Telah bertahun-tahun
masyarakat mengenal sistem proteksi dermaga. Sistem ini mungkin mulai dikenal
sejak transportasi laut menjadi marak. Karena adanya gelombang, kapal tidak
selalu bisa merapat dengan mulus ke dermaga. Besar kemungkinan terjadinya
benturan antara lambung kapal dan dermaga yang dapat mengakibatkan kerusakan
pada struktur dermaga dan/atau kapal. Oleh sebab itulah, sistem proteksi
dermaga diciptakan.
Pada mulanya, sistem ini
sangat sederhana, salah satunya terdiri dari jalinan tali temali yang diikatkan
pada dermaga di sekitar tempat kapal biasanya berlabuh. Kapal yang merapat akan
berbenturan dengan jalinan tali ini yang akan menghalangi benturan langsung
dengan dermaga. Kemudian, seiring dengan berkembangnya industri transportasi,
industri-industri lain yang menunjangnya juga ikut berkembang, salah satunya
adalah industry ban. Jumlah ban bekas meningkat di pasaran sehingga ban bekas
mulai menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bantalan dermaga. Hingga sekarang
pun ban bekas masih digunakan di berbagai dermaga di seluruh dunia karena
harganya yang relatif terjangkau dan kemudahan untuk memperolehnya.
Berkembangnya industrialisasi juga berarti meningkatnya permintaan akan barang
dan otomatis mobilitas barang tersebut sehingga mulailah dikenal ekspor dan
impor di mana barang yang diproduksi tidak hanya digunakan di dalam negeri
tetapi juga di luar negeri. Mode transportasi laut pun semakin menjadi pilihan
karena kapasitasnya yang besar dengan harga yang cukup ekonomis. Bertambahnya
aktivitas pelabuhan menuntut penggunaan bantalan dermaga yang lebih tahan lama
agar waktu penggantian ban bekas bisa dikurangi dan dialokasikan untuk waktu
operasional dermaga. Rubber fender pun mulai digunakan.
Rubber fender biasanya
dipasang pada dermaga atau pada kapal itu sendiri dengan tujuan untuk
mengurangi efek benturan pada dermaga dan pada kapal. Rubber fender dapat
dipasang pada dermaga yang sudah jadi (existing structure) maupun dermaga yang
masih dalam proses konstruksi. Bentuk rubber fender pun bermacam-macam,
contohnya V, D, cell, super cell, super cone, square dan masih banyak lagi.
Masing-masing fender ini memiliki kelebihan dan tujuan penggunaan yang berbeda
satu sama lain. Rubber fender, yang juga tidak memerlukan biaya perawatan,
memungkinkan efisiensi biaya karena perbaikan struktur dermaga dan perbaikan
kapal bisa diminimalisir.


